KERATON SAMBAS | salah satu tempat wajib dikunjungi di kabupaten sambas
Keraton Sambas di sebut juga istana AlwatzikHoebbillah
Merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Sambas yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan sambas. Terletak ditepi sungai sambas berjarak sekitar 175 Km dari kota Pontianak.
Merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Sambas yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan sambas. Terletak ditepi sungai sambas berjarak sekitar 175 Km dari kota Pontianak.
Di daerah pertemuan sungai Sambas, Sambas Kecil, dan Teberau, pada sebuah tempat yang oleh penduduk disebut Muare Ullakan (Desa Dalam Kaum) berdiri Keraton Kesultanan Sambas. Keraton Sambas di sebut juga Istana AlwatzikHoebbillah.
Kerajaan ini telah dibangun sejak Tahun 1622 yang dipimpin oleh keluarga sultan yang mencapai puncak kejayaannya pada tahun 1757 Masehi.
Untuk Pusat pemerintahan Kesultanan Sambas itu terletak di daerah pertemuan sungai pada bidang tanah yang berukuran sekitar 16.781 meter persegi.
Pada bidang tanah ini terdapat beberapa buah bangunan, yaitu
1. dermaga tempat perahu/kapal sultan bersandar
2. dua buah gerbang
3. dua buah paseban
4. kantor tempat sultan bekerja
5. bangunan inti keraton (balairung)
6. dapur
7. masjid sultan
1. dermaga tempat perahu/kapal sultan bersandar
2. dua buah gerbang
3. dua buah paseban
4. kantor tempat sultan bekerja
5. bangunan inti keraton (balairung)
6. dapur
7. masjid sultan
Selain itu, pada bagian atas pada saat-saat tertentu digunakan sebagai tempat untuk menabuh gamelan agar rakyat seluruh kota dapat mendengar kalau ada keramaian di keraton.
pada tengah halaman keraton dapat dilihat tiang bendera yang disangga oleh empat batang tiang.
Tiang bendera ini melambangkan sultan, dan tiang penyangganya melambangkan empat pembantu sultan yang disebut wazir.
Di bagian bawah tiang bendera terdapat dua pucuk meriam, dan salah satu di antaranya bernama Si Gantar Alam.
pada tengah halaman keraton dapat dilihat tiang bendera yang disangga oleh empat batang tiang.
Tiang bendera ini melambangkan sultan, dan tiang penyangganya melambangkan empat pembantu sultan yang disebut wazir.
Di bagian bawah tiang bendera terdapat dua pucuk meriam, dan salah satu di antaranya bernama Si Gantar Alam.
Sebelum memasuki keraton, dari halaman yang ada tiang benderanya, Anda harus melalui lagi sebuah gerbang. Gerbang masuk ini juga terdiri dari dua lantai, tetapi bentuk denahnya empat persegi panjang. Setelah melalui gerbang kedua dan pagar halaman inti, sampailah pada bangunan keraton. Di dalam kompleks keraton terdapat tiga buah bangunan. Di sebelah kiri bangunan utama terdapat bangunan yang berukuran 5 x 26 meter. Pada masa lampau bangunan ini berfungsi sebagai dapur dan tempat para juru masak keraton.
Di bagian dalam bangunan tempat Sultan dan pembantunya bekerja, tersimpan beberapa benda pusaka kesultanan yaitu:
1. singgasana kesultanan
2. pedang pelantikan Sultan
3. gong, tombak
4. payung kuning yang merupakan lambang kesultanan
5. meriam lele. Meriam lele yang jumlahnya tujuh buah hingga sekarang masih dianggap barang keramat dan sering diziarahi penduduk.
1. singgasana kesultanan
2. pedang pelantikan Sultan
3. gong, tombak
4. payung kuning yang merupakan lambang kesultanan
5. meriam lele. Meriam lele yang jumlahnya tujuh buah hingga sekarang masih dianggap barang keramat dan sering diziarahi penduduk.
Bangunan utama keraton Terdiri atas tujuh ruangan, yaitu
1. balairung terletak di bagian depan
2. kamar tidur sultan
3. kamar tidur istri sultan
4. kamar tidur anak-anak sultan
5. ruang keluarga
6. ruang makan
7. ruang khusus menjahit
1. balairung terletak di bagian depan
2. kamar tidur sultan
3. kamar tidur istri sultan
4. kamar tidur anak-anak sultan
5. ruang keluarga
6. ruang makan
7. ruang khusus menjahit
Untuk rekan-rekan yang akan berkunjung kekabupaten sambas, keraton sambas merupakan salah satu tempat wajib untuk dikunjungi

0 Response to "KERATON SAMBAS | salah satu tempat wajib dikunjungi di kabupaten sambas"
Posting Komentar