CERITA RAKYAT SAMBAS BATU BETARUP
Pada zaman dahulu hiduplah seorang ibu dan anaknya, dimana mereka adalah orang yang paling miskin di desa tersebut.
karena mereka miskin jadi orang yang berada didesa tersebut mengganggap mereka menjadi remeh dan mereka dikucilkan dari desa tersebut.
Suatu waktu orang yang paling kaya didesa mereka mengadakan acara selamatan, jadi diundanglah seluruh penduduk desa kecuali si Ibu dan anaknya tadi.
Mendengar cerita tadi sang anak menangis ingin pergi ke acara selamatan tadi karena merasa belum pernah pergi keacara tersebut,
lalu sang Ibu tadi menyuruh sang anak menanyakan kepada si pengundang apakah mereka juga diajak sebagai tamu undangan, tetapi sang pengundang mengatakan dia hanya mengundang orang yang tercatat namanya saja. lalu sang ibu pulang dengan kecewa kalai dia dan anaknya tidak diundang.
lalu tibalah hari yang telah ditentukan untuk diadakan acara tersebut.
tetapi sang anak tetap nekat pergi keacara tersebut, tetapi yang terjadi adalah sang anak diusir oleh orang-orang yang berada diacara tersebut, lalu dengan rasa kecewa sang anak pulang dan dibilang keibunya kejadian di acara selamatan tersebut.
lalu sang ibu merasa kesal dengan perlakuan merekan dan punya ide untuk mendandani seekor kucing seperti layaknya manusia.
dan kucing tersebut dibawa keacara selamatan tersebut,
lalu yang terjadi orang-orang yang berada acara tersebut menertawakan dengan terbahak-bahak karena melihat penampilan seekor kucing tersebut
lalu tiba-tiba petir menyambar tarup (semacam tenda yang dibuat untuk tempat tamu undangan dalam bentuk memanjang) dan orang-orang yang berada disana semua tersambar petir dan menjadi batu semuanya.
kajadian ini terjadi didusun dadau didesa tempapan huluo, kecamatan galing kabupaten sambas kalimantan barat
Sampai sekarang, jika petir menyambar gesekkan saja batang bambu agar tidak terkena smbaran petir itu. Begitulah cerita mengapa disebut batu betarub.
karena mereka miskin jadi orang yang berada didesa tersebut mengganggap mereka menjadi remeh dan mereka dikucilkan dari desa tersebut.
Suatu waktu orang yang paling kaya didesa mereka mengadakan acara selamatan, jadi diundanglah seluruh penduduk desa kecuali si Ibu dan anaknya tadi.
Mendengar cerita tadi sang anak menangis ingin pergi ke acara selamatan tadi karena merasa belum pernah pergi keacara tersebut,
lalu sang Ibu tadi menyuruh sang anak menanyakan kepada si pengundang apakah mereka juga diajak sebagai tamu undangan, tetapi sang pengundang mengatakan dia hanya mengundang orang yang tercatat namanya saja. lalu sang ibu pulang dengan kecewa kalai dia dan anaknya tidak diundang.
lalu tibalah hari yang telah ditentukan untuk diadakan acara tersebut.
tetapi sang anak tetap nekat pergi keacara tersebut, tetapi yang terjadi adalah sang anak diusir oleh orang-orang yang berada diacara tersebut, lalu dengan rasa kecewa sang anak pulang dan dibilang keibunya kejadian di acara selamatan tersebut.
lalu sang ibu merasa kesal dengan perlakuan merekan dan punya ide untuk mendandani seekor kucing seperti layaknya manusia.
dan kucing tersebut dibawa keacara selamatan tersebut,
lalu yang terjadi orang-orang yang berada acara tersebut menertawakan dengan terbahak-bahak karena melihat penampilan seekor kucing tersebut
lalu tiba-tiba petir menyambar tarup (semacam tenda yang dibuat untuk tempat tamu undangan dalam bentuk memanjang) dan orang-orang yang berada disana semua tersambar petir dan menjadi batu semuanya.
kajadian ini terjadi didusun dadau didesa tempapan huluo, kecamatan galing kabupaten sambas kalimantan barat
Sampai sekarang, jika petir menyambar gesekkan saja batang bambu agar tidak terkena smbaran petir itu. Begitulah cerita mengapa disebut batu betarub.

0 Response to "CERITA RAKYAT SAMBAS BATU BETARUP"
Posting Komentar